Panduan Umroh Lengkap: Syarat, Rukun, Tata Cara, dan Tips Perjalanan

panduan umroh lengkap

Bayangkan sejenak Anda berdiri di hadapan Ka’bah. Ribuan jamaah mengelilinginya sambil melantunkan doa, suara dzikir bergema, hati bergetar, dan air mata menetes tanpa terasa. Itulah suasana yang dirasakan jutaan muslim setiap tahunnya ketika menunaikan ibadah umroh.

Umroh adalah impian besar bagi banyak muslim. Sebagian bahkan menabung bertahun-tahun, rela menyisihkan penghasilan sedikit demi sedikit, demi bisa menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Bagi yang sudah pernah berangkat, kerinduan itu terus muncul, seakan hati selalu ingin kembali.

Namun, sebelum keberangkatan, ada satu hal yang sangat penting: ilmu dan persiapan. Tanpa pemahaman yang benar, ibadah bisa jadi kurang sempurna, bahkan ada risiko tidak sah. Karena itu, Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya berilmu sebelum beramal:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata:

مَنْ عَبَدَ اللَّهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِح

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka ia lebih banyak merusak dibandingkan memperbaiki” (Dari kitab Majmu’ Fataawa Ibn Taimiyyah: 2/383).

Melalui artikel ini, Anda akan mendapatkan panduan umroh lengkap mulai dari definisi, syarat, rukun, tata cara step by step, doa, biaya, perlengkapan, hingga tips perjalanan. Tujuannya bukan hanya agar ibadah sah secara syariat, tetapi juga agar hati Anda siap menyelami makna spiritual umroh.

panduan umroh lengkap

Apa Itu Umroh dan Bedanya dengan Haji – Panduan Umroh Lengkap

Definisi Umroh Secara Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, kata ‘umrah berarti ziarah. Dalam konteks ibadah, umroh adalah ziarah khusus ke Baitullah (Ka’bah) yang disertai amalan tertentu.

Menurut istilah syariat, umroh adalah:

“Mengunjungi Baitullah dengan ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul.”

Jadi, umroh bukan sekadar perjalanan wisata religi, melainkan ibadah mahdhah (ibadah murni yang tata caranya diatur syariat).

Perbedaan Umroh dan Haji 

Meski sama-sama menuju Baitullah, umroh dan haji berbeda pada beberapa sisi penting: waktu pelaksanaan, rukun ibadah, hukum, durasi, tingkat kerumitan, dan opsi manasik.

  • Waktu pelaksanaan.
    Umroh bisa dikerjakan sepanjang tahun, kapan saja, sehingga fleksibel untuk jamaah yang ingin berangkat di luar musim padat. Haji itu musiman: hanya pada bulan Dzulhijjah, dengan puncak ibadahnya di hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga hari-hari tasyriq.
  • Rukun dan rangkaian ibadah.
    Rukun umroh lebih singkat: ihram, thawaf, sa’i, dan tahallul. Haji mencakup rukun tambahan yang bersifat monumental, terutama wukuf di Arafah “al-hajju ‘Arafah” (inti haji adalah wukuf) serta mabit di Muzdalifah, mabit di Mina, dan melontar jumrah. Karena itu, haji menuntut manajemen waktu dan fisik yang lebih intens dibanding umroh.
  • Hukum dan prioritas.
    Haji hukumnya wajib sekali seumur hidup bagi muslim yang mampu (istithā‘ah). Umroh, menurut jumhur ulama, sangat dianjurkan (sunnah muakkadah), sebagian ulama mewajibkannya bagi yang mampu. Intinya, bila Allah beri kemampuan untuk haji, maka haji didahulukan sebagai kewajiban, sementara umroh adalah amalan agung yang bisa dikerjakan berulang.
  • Durasi dan tingkat kerumitan.
    Umroh pada praktiknya dapat selesai dalam 1–2 hari (rangkaian manasik), walau perjalanan total bisa 9–12 hari tergantung paket. Haji memerlukan beberapa hari berturut-turut mengikuti jadwal syar‘i (Arafah, Muzdalifah, Mina), dengan mobilitas tinggi dan massa jamaah sangat besar. Karena itu, kesiapan fisik, mental, dan kesiapan mengikuti jadwal kolektif sangat krusial untuk haji.
  • Biaya dan logistik.
    Secara umum, haji menuntut biaya lebih besar dan pengaturan lebih kompleks (kuota, tenda Mina, transportasi Arafah–Muzdalifah–Mina, dan seterusnya). Umroh lebih sederhana secara logistik, walau faktor jarak hotel ke Masjidil Haram/Nabawi, musim (termasuk Ramadhan), dan maskapai bisa membuat biaya umroh bervariasi.
  • Opsi manasik terkait umroh dalam haji.
    Dalam haji dikenal tiga metode: Ifrad (hanya haji), Qiran (menggabungkan haji dan umroh dalam satu ihram), dan Tamattu’ (umroh dulu, tahallul, lalu ihram lagi untuk haji). Ini menunjukkan bahwa umroh memiliki hubungan erat dengan haji, terutama pada pola tamattu’ yang paling populer di kalangan jamaah Indonesia.
  • Mana yang dikerjakan dulu?
    Jika belum pernah berhaji dan Allah beri kemampuan, tunaikan haji sebagai kewajiban. Umroh sangat mulia, bahkan di Ramadhan pahalanya istimewa, namun ia tidak menggugurkan kewajiban haji. Banyak jamaah menempuh skema: umroh terlebih dahulu untuk “pemanasan” ruhani dan mengenal Tanah Suci, lalu menyiapkan diri untuk haji di kesempatan berikutnya.

Syarat Umroh yang Harus Dipenuhi

Garis besarnya ada empat: Islam, baligh, berakal, dan mampu. Namun di lapangan, tiap syarat punya rincian dan contoh praktis yang perlu dipahami.

  • Islam. Umroh adalah ibadah khusus bagi muslim. Dalil larangan orang musyrik memasuki Masjidil Haram (QS. At-Taubah: 28) menegaskan kekhususan ini. Karena itu, status keislaman adalah syarat mutlak.
  • Baligh. Anak-anak boleh diajak umroh dan pahalanya kembali kepada orang tua yang membimbing, tetapi kewajiban umroh tidak melekat pada mereka. Ketika anak telah baligh, ibadah umrohnya di masa kecil tidak menggugurkan tanggung jawab ibadah di kemudian hari.
  • Berakal. Ibadah memerlukan kesadaran. Orang yang tidak berakal atau tidak mampu memahami tindakan tidak dibebani kewajiban ibadah.
  • Mampu (Istithā‘ah). “Mampu” bukan hanya soal dana tiket dan hotel. Ia mencakup kesehatan fisik, kestabilan mental, waktu yang memadai, keamanan perjalanan, serta beban tanggungan di rumah. Beberapa ilustrasi:
    • Seseorang yang masih menanggung utang pokok yang jatuh tempo dan membebani nafkah keluarga, lebih utama menata keuangan dulu.
    • Lansia yang lemah bisa tetap berumroh dengan kursi roda atau bantuan pendamping; namun perlu diskusi dengan dokter, terutama jika punya penyakit jantung/paru.
    • Bagi pekerja, “mampu” juga berarti mendapat cuti yang cukup agar tidak mengganggu amanah pekerjaan.

Syarat Khusus: Perempuan & Mahram, Serta Keamanan

Para ulama berbeda pendapat soal keharusan mahram bagi perempuan. Mazhab Syafi’i dan Hanbali mensyaratkan mahram, sementara Malikiyah memberi keringanan bila kondisi aman dan ada rombongan tepercaya. Praktik kontemporer banyak memperhatikan keamanan sebagai faktor. Terlepas dari perbedaan, yang paling utama adalah berangkat dengan pendamping yang amanah (suami/mahram/rombongan resmi) agar ibadah fokus dan tenang.

Kesehatan & Kelayakan Fisik

  • Cek kesehatan sebelum berangkat; minta rekomendasi dokter bila memiliki komorbid (jantung, hipertensi, diabetes).
  • Latihan jalan kaki 2–4 minggu sebelum berangkat sangat membantu daya tahan saat thawaf dan sa’i.
  • Siapkan obat rutin, daftar dosis tertulis, dan informasi alergi (kalau ada). Simpan di tas kecil yang selalu dibawa.

Dokumen & Administrasi 

Agar proses mulus, susun berkas berikut sejak awal:

  • Paspor yang masih berlaku (idealnya > 8–12 bulan saat keberangkatan).
  • Visa umroh dari biro resmi.
  • Bukti vaksinasi sesuai ketentuan yang berlaku (mis. meningitis).
  • KTP, KK, akta nikah (untuk verifikasi mahram/suami istri bila diperlukan).
  • Tiket pesawat PP dan voucher hotel/transport (umumnya diurus travel).
  • Living cost dalam riyal untuk kemudahan transaksi harian.

Tips praktis: simpan scan digital semua dokumen di ponsel, dan kirim salinan ke email pribadi, untuk antisipasi keadaan darurat.

Rukun Umroh yang Harus Dipenuhi

Rukun umroh adalah pilar yang menjadikan ibadah sah. Urutannya: ihram, thawaf, sa’i, tahallul. Setiap rukun punya syarat, sunnah, dan adab yang sebaiknya dipahami.

  • Ihram: Niat & Miqat

Ihram berarti masuk ke status ibadah dengan niat umroh. Begitu berniat, jamaah masuk pada larangan ihram (misalnya: memakai wangi-wangian, memotong kuku/rambut, menutup kepala bagi pria, hubungan suami-istri, berburu, dan sebagainya).

Miqat adalah batas mulai ihram. Lokasinya sudah ditetapkan syariat, di antaranya:

    • Dzul Hulaifah (Bir ‘Ali) bagi penduduk/pendatang dari arah Madinah.
    • Juhfah (sekarang biasanya dari Rabigh) bagi yang datang dari arah Syam/Mesir.
    • Qarn al-Manāzil bagi yang datang dari arah Najd (sering dilalui penerbangan dari wilayah timur).
    • Yalamlam untuk yang datang dari arah Yaman/selatan.
    • Dzat ‘Irq untuk arah Irak.
      Bagi penduduk Makkah, miqat umroh adalah dari luar tanah haram (misalnya Tan’im).

Catatan penting jamaah pesawat: kabin sering mengumumkan saat pesawat akan melintasi miqat. Siapkan ihram lebih awal, mandi sunnah dan berganti pakaian sejak bandara asal atau di kabin (bila memungkinkan), lalu niat saat mendekati/melewati miqat.
Lafaz niat singkat: Labbaik ‘umratan (Aku sambut panggilan-Mu untuk umroh).
Setelah niat, perbanyak talbiyah: Labbaika Allahumma labbaik… hingga memulai thawaf.

Sunnah ihram untuk pria: idlthiba’ (bahu kanan terbuka) saat thawaf qudum dan raml (langkah cepat) di 3 putaran pertama, jika kondisi memungkinkan (tidak memaksa dan tidak mengganggu jamaah lain).

  • Thawaf: Mengelilingi Ka’bah 7 Putaran

Thawaf dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di titik yang sama, sebanyak tujuh putaran dengan Ka’bah di sebelah kiri.
Syarat penting: suci dari hadas (wudhu), menutup aurat, dan menjaga adab.
Urutan ringkas:

    • Masuk Masjidil Haram dengan kaki kanan sambil berdoa, pandangan tertuju penuh hormat pada Ka’bah.
    • Mulai dari garis sejajar Hajar Aswad. Jika memungkinkan dan aman, lakukan istilam (menyentuh/menunjuk) sambil mengucap Bismillah, Allahu Akbar. Jangan memaksakan diri di tengah kepadatan.
    • Putaran 1–7: perbanyak dzikir, doa apa pun sesuai hajat. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad
    • Selesai 7 putaran, shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim bila memungkinkan (atau di tempat lain yang lapang).
    • Minum Zamzam, niatkan sebagai obat hati dan badan, lalu menuju Shafa untuk sa’i.

Kesalahan umum & solusi:

    • Lupa hitungan putaran: ambil patokan visual (pilar/karpet), atau hitung dengan jari. Jika ragu, ambil angka lebih kecil lalu tambahkan putaran.
    • Memaksa cium Hajar Aswad: keselamatan jamaah lebih utama. Melambai (istilam) dari jauh sudah cukup.
    • Berdesakan di Hijr Ismail: ingat, area itu bagian dari Ka’bah; thawaf harus di luarnya.

 

  • Sa’i: Antara Shafa dan Marwah

Sa’i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. Pergerakan Shafa→Marwah dihitung satu, Marwah→Shafa dihitung dua, sehingga total tujuh kali.
Adab & sunnah sa’i:

    • Naik ke area Shafa, menghadap Ka’bah (bila terlihat),
    • Lalu bertakbir, bertahmid, bershalawat, dan berdoa panjang tiga kali dengan selingan dzikir.
    • Laki-laki berlari kecil di area bertanda lampu hijau.
    • Tidak ada doa baku setiap lintasan; doa apa pun sesuai kebutuhan adalah baik.
      Catatan fikih: wudhu tidak disyaratkan untuk sa’i (berbeda dengan thawaf), tetapi menjaga wudhu meningkatkan kekhusyukan.

Tips praktis: gunakan sepatu/sandal yang nyaman (boleh saat sa’i), bawa botol kecil untuk minum, dan istirahat bila perlu, tidak ada larangan menjeda sa’i selama urutan lintasan tetap.

  • Tahallul: Keluar dari Status Ihram

Tahallul dilakukan dengan mencukur habis atau memotong sebagian rambut.

    • Laki-laki: lebih utama cukur total (halq) karena keutamaannya disebutkan berulang dalam hadis; jika tidak, tahliq (gunting sebagian) tetap sah.
    • Perempuan: cukup memotong sedikit ujung rambut (sekitar satu ruas jari).
      Setelah tahallul, larangan ihram terangkat dan umroh selesai, alhamdulillah.

Kesalahan umum: menunda tahallul karena menunggu rombongan terlalu lama, padahal rukun telah selesai. Koordinasikan jadwal tahallul agar tidak membingungkan jamaah lain.

Tata Cara Umroh Lengkap (Step by Step)

Banyak jamaah pemula yang merasa bingung: “Kalau saya sudah sampai di Makkah, sebenarnya urutannya bagaimana?” Untuk itu, mari kita ikuti alurnya dari rumah hingga selesai tahallul.

  • Persiapan dari Rumah
    • Niat tulus sejak awal. Pastikan motivasi bukan sekadar wisata, tetapi ibadah.
    • Shalat sunnah safar sebelum berangkat. Rasulullah ﷺ mencontohkan doa khusus ketika bepergian:
      “Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun.”
      (QS. Az-Zukhruf: 13–14)
    • Olahraga ringan (jalan kaki, senam) selama 2–4 minggu sebelum keberangkatan agar fisik siap.
    • Periksa kesehatan: cek tekanan darah, gula darah, dan bawa obat rutin.
    • Pakaian & perlengkapan: siapkan ihram, mukena, Al-Qur’an kecil, tas selempang, sandal nyaman, dan uang riyal.
  • Ihram & Miqat

Setelah pesawat mendekati wilayah miqat (biasanya diumumkan oleh awak kabin), jamaah:

    1. Mandi sunnah ihram, lalu berganti pakaian ihram (laki-laki: dua kain putih tanpa jahitan; perempuan: pakaian longgar yang menutup aurat).
    2. Shalat sunnah ihram dua rakaat.
    3. Niat ihram umroh dengan lafaz:

      لَبَّيْكَ عُمْرَةً — Labbaik ‘umratan (Aku sambut panggilan-Mu untuk umroh).
    4. Sejak niat, jamaah memasuki larangan ihram: tidak boleh memakai wangi-wangian, memotong rambut/kuku, berburu, bercumbu, atau hubungan suami istri.
    5. Perbanyak talbiyah:
      “Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik. Innal hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, la syarika lak.”

Talbiyah ini dibaca berulang-ulang hingga thawaf dimulai.

  • Masuk Masjidil Haram & Thawaf
    1. Masuk masjid dengan kaki kanan sambil berdoa: Bismillah, wassalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, Allahummaftah li abwaba rahmatik.
    2. Saat pertama kali melihat Ka’bah, berdoalah dengan doa apapun. Banyak ulama menganjurkan doa apa saja sesuai hajat, karena itu termasuk waktu mustajab.
    3. Mulai thawaf di garis sejajar Hajar Aswad. Jika memungkinkan tanpa menyakiti jamaah lain, usap dan cium Hajar Aswad sambil mengucap Bismillah, Allahu Akbar. Jika tidak memungkinkan, cukup melambai (istilam) dari jauh.
    4. Putaran dilakukan 7 kali, menjaga Ka’bah tetap di sebelah kiri. Di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, bacalah doa khusus:
      “Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina ‘adzaban-nar.”
    5. Setelah 7 putaran, shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim (atau di tempat yang lapang bila penuh). 
  • Minum Air Zamzam

Setelah thawaf, minum air Zamzam dengan niat baik. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Air Zamzam sesuai dengan niat orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah)
Artinya, jika Anda berniat agar sehat, dimudahkan rezeki, atau dikuatkan iman, insyaAllah doa akan diijabah.

  • Sa’i di Shafa dan Marwah
    1. Naik ke bukit Shafa, hadapkan wajah ke Ka’bah sambil membaca:
      إِنَّ الصَّفَا وَالمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ (QS. Al-Baqarah: 158)
      Lalu bertakbir, bertahmid, bershalawat, dan doa panjang.
    2. Mulai berjalan dari Shafa → Marwah (satu kali), lalu bolak-balik hingga total 7 kali, berakhir di Marwah.
    3. Di area lampu hijau, laki-laki disunnahkan berlari-lari kecil. Perempuan berjalan biasa.
    4. Doa di setiap lintasan bebas. Bisa berupa dzikir, shalawat, doa pribadi, atau doa yang diajarkan Rasulullah. 
  • Tahallul

Setelah selesai sa’i, jamaah melakukan tahallul:

    • Laki-laki dianjurkan mencukur habis rambut (lebih utama).
    • Perempuan cukup memotong ujung rambut seujung jari.

Dengan tahallul, semua larangan ihram berakhir, dan umroh selesai.

Tips Persiapan Umroh untuk Pemula

Bagi yang pertama kali berangkat, biasanya ada rasa campur aduk: senang, gugup, sekaligus bingung. Agar perjalanan ibadah lebih tenang, berikut beberapa panduan umroh lengkap dan tips persiapan umroh khusus untuk pemula:

1. Persiapan Ilmu

  • Belajar tata cara umroh dari sumber terpercaya. Jangan hanya mengandalkan brosur travel, tapi pahami rukun, wajib, dan sunnahnya.

  • Ikuti manasik umroh yang biasanya diadakan biro travel. Catat hal-hal penting, seperti doa, posisi miqat, dan larangan ihram.

  • Bawa buku saku doa atau install aplikasi panduan umroh lengkap di HP agar mudah dibuka kapan saja.

2. Persiapan Mental & Spiritual

  • Mantapkan niat sejak rumah: berangkat hanya untuk Allah, bukan untuk jalan-jalan.

  • Perbanyak shalat sunnah, sedekah, dan doa sebelum berangkat agar hati lebih tenang.

  • Minta doa restu orang tua, guru, atau keluarga. Restu mereka menjadi keberkahan besar dalam perjalanan.

  • Siapkan hati untuk bersabar dengan kondisi di Tanah Suci: padatnya jamaah, antrean panjang, atau cuaca yang ekstrem.

3. Persiapan Fisik

  • Latih tubuh dengan jalan kaki rutin minimal 2–3 minggu sebelum berangkat. Umroh memerlukan tenaga ekstra untuk thawaf dan sa’i.

  • Periksa kesehatan ke dokter. Jika punya penyakit bawaan (seperti diabetes, asma, hipertensi), siapkan obat sesuai resep.

  • Cukup istirahat sebelum keberangkatan. Jangan terlalu sibuk packing hingga kelelahan.

4. Persiapan Finansial

  • Siapkan dana bukan hanya untuk paket umroh, tetapi juga uang saku di sana (untuk makan tambahan, belanja oleh-oleh, atau sedekah).

  • Tukar uang riyal secukupnya di tanah air. Jangan menukar terlalu banyak, karena bisa dilakukan juga di Arab Saudi.

  • Simpan uang di beberapa tempat (dompet utama, pouch kecil, koper) untuk berjaga-jaga.

5. Persiapan Perlengkapan

  • Gunakan koper dengan identitas unik (gantungan nama, pita, atau stiker) agar tidak tertukar.

  • Bawa tas selempang kecil untuk paspor, handphone, dan uang. Jangan diletakkan di koper karena sering diperlukan.

  • Pastikan membawa perlengkapan ibadah yang praktis, misalnya sajadah tipis lipat, tasbih digital, dan botol minum kecil.

6. Persiapan Administrasi

  • Pastikan paspor masih berlaku minimal 7 bulan sebelum keberangkatan.

  • Simpan dokumen penting (paspor, visa, tiket) dalam plastik tahan air atau pouch khusus.

  • Catat nomor darurat biro travel, hotel, dan pembimbing ibadah.

7. Persiapan Pikiran Positif

  • Jangan terlalu khawatir atau takut. Ingatlah bahwa kita sedang memenuhi undangan Allah ﷻ.

  • Jika ada kekurangan fasilitas (hotel jauh, makanan tidak sesuai selera), terima dengan lapang dada. Semua itu bagian dari ujian kesabaran.

  • Fokuslah pada ibadah, bukan belanja atau jalan-jalan.

 

Intinya untuk pemula: jangan takut, jangan minder. Semua jamaah umroh pertama kali pernah merasa canggung. Serahkan diri pada Allah, ikuti pembimbing, dan nikmati setiap detik di Tanah Suci sebagai momen berharga.

 

Tips Memilih Paket Umroh

  1. Pilih biro resmi yang terdaftar di Kementerian Agama (Kemenag). Bisa dicek langsung di situs resmi kemenag.go.id.

  2. Perhatikan jadwal keberangkatan. Jika jadwal tidak jelas, berhati-hati.

  3. Cek akomodasi dan maskapai di brosur. Pastikan jelas nama hotel, bintang, dan jarak ke Masjidil Haram.

  4. Jangan tergiur harga terlalu murah. Umroh Rp20 juta di luar biaya standar patut dicurigai.

  5. Mintalah bukti tertulis terkait fasilitas, hotel, dan penerbangan.

 

FAQ (Pertanyaan yang Sering Ditanyakan)

1. Apakah anak kecil boleh ikut umroh?
Boleh, namun orang tua bertanggung jawab penuh atas ibadahnya. Umroh anak kecil sah, tetapi tidak menggugurkan kewajiban haji kelak.

2. Bagaimana hukum wanita umroh tanpa mahram?
Mayoritas ulama mewajibkan mahram. Namun sebagian ulama kontemporer membolehkan jika bersama rombongan aman.

3. Berapa kali boleh umroh dalam setahun?
Tidak ada batasan. Rasulullah ﷺ pernah umroh 4 kali. Banyak sahabat melakukan umroh berkali-kali dalam satu perjalanan.

4. Apakah umroh bisa menggugurkan kewajiban haji?
Tidak. Umroh adalah sunnah muakkadah, sementara haji adalah rukun Islam kelima dan wajib sekali seumur hidup bagi yang mampu.

5. Bagaimana jika sedang haid saat tiba di Makkah?
Wanita haid tetap boleh melakukan semua amalan kecuali thawaf. Jadi ia menunggu suci baru melakukan thawaf.

6. Apakah jamaah boleh menggunakan parfum setelah ihram?
Tidak boleh. Parfum termasuk larangan ihram, baik untuk tubuh maupun pakaian.

7. Berapa lama waktu umroh biasanya?
Program reguler 9–10 hari, termasuk perjalanan. Umroh bisa selesai dalam beberapa jam, tetapi biasanya jamaah juga ziarah ke Madinah.

8. Apakah ada doa khusus agar umroh mabrur?
Tidak ada doa baku, tapi perbanyak doa: Allahumma taqabbal minni (Ya Allah terimalah amalanku).

Umroh adalah perjalanan spiritual yang begitu agung. Ia bukan sekadar wisata religi, melainkan undangan langsung dari Allah ﷻ untuk mendekat kepada-Nya. Karena itu, persiapan yang matang, baik dari segi ilmu, fisik, maupun hati. Sangat penting agar ibadah berjalan dengan khusyuk.

Semoga panduan umroh lengkap ini membantu sahabat Muslim yang sedang merencanakan keberangkatan. Jangan tunda jika Allah sudah beri kemampuan. Banyak orang punya niat tapi tertunda, sementara ajal tak pernah menunggu.

Jika ingin melihat daftar paket umroh 2025 resmi & terpercaya, silakan klik di sini: Paket Umroh 2025.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *